Berita

Perilaku Sungkem Gibran pada Habib Luthfi Jadi Topik

Putra sulung Presiden RI, Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka mendatangi kegiatan silaturahmi kebhinekaan serta doa bersama yang dipandu tokoh kharismatik, Maulana Al- Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya( Anggota Wantimpres) dengan para tokoh lintas agama se- Solo Raya guna merajut kebhinekaan dalam bingkai NKRI, Senin( 7/ 9) di Lapangan Benteng Vasternburg.

Kegiatan tersebut diawali semenjak jam 08. 00 dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Gibran datang di posisi pada waktu Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo membagikan sambutan, langsung ditunjukan Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo buat menempati sofa di deretan depan disamping sofa Gubernur. Sambil menunduk Gibran menjajaki arahan Rudy.

Calon Wali Kota Surakarta yang sempat menempuh pembelajaran di Singapore itu langsung menampilkan perilaku sungkem kepada Maulana Angkatan laut(AL) Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dikala berjumpa di sofa sangat depan. Habib Luthfi juga nampak menyongsong salam Gibran, nampak dalam momentum tersebut Habib Luthfi pula berikan nasihat kepada Gibran. Perilakunya tidak berganti, ia memilah mendekatkan dirinya kepada Habib sambil menunduk sembari mencermati nasehat semacam yang di informasikan ulama kharismatik tersebut.

Usai kegiatan berlangsung, suara solo Gibran pernah dicecar persoalan awak media soal perilaku yang ia tunjukkan didepan publik.“ Ya, namanya anak muda wajib terdapat ungah- ungguh, terlebih dia seseorang habib,” terangnya.

Gibran mengaku terkesima atas sambutan

Habib Luthfi yang menyinggung soal kebanggaan memakai produk asli buatan Indonesia. Tercantum sebutan menyebut nama- nama benda dari luar negara yang populer semacam Lele Bangkok, sampai Duren Bangkok. Sementara itu kekayaan produk asli Indonesia tidak kalah dengan luar negara.

“ Kita terapkan saja di Solo( produk lokal). Jika di Solo ya kita wajib bangga gunakan batik. Kemarin aku mendaftar( Ke KPU) pula gunakan lurik, ya hal- hal kecil semacam itu tetapi terdapat efeknya,” terangnya.

Dalam peluang itu, pengusaha kuliner Markobar tersebut pula memaknai kegiatan doa kebhinekaan yang berlangsung bisa bawa ketenangan serta kedamaian di Kota Bengawan sekalian bagaikan simbol kebangkitan melawan pandemi Covid- 19.

“ Harapannya mudah- mudahan Indonesia, paling utama di Solo senantiasa adem ayem, ini pula jadi moment kebangkitan melawan pandemi Covid- 19,” tegas Gibran.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri para pejabat serta tokoh berarti semacam, Gubernur Jateng, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi, Pangdam IV/ Diponegoro, Mayjen Tentara Nasional Indonesia(TNI) Bakti Agus Fadjari, Wali Kota Surakarta, Kapolresta Surakarta, Danrem 074/ Warastratama Surakarta, para Komandan Kodim serta Kapolres se- Solo Raya.

Saat sebelum kegiatan diawali, para tamu undangan wajib menjajaki rapid test di Balai Kota Surakarta serta di Lodji Gandrung guna meminimalisir penyebaran Covid- 19.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *